[ad_1]
Mataram — Presiden PKS Ahmad Syaikhu didaulat menjadi penceramah Subuh di Masjid Islamic Centre NTB, Ahad (6/12/2020) pagi. Dalam tausiyahnya, Presiden PKS yang akrab disapa Asyik ini menekankan tentang pentingnya titik temu antarumat agar semakin mengukuhkan persatuan dan menghindarkan perpecahan.
Soal persatuan umat, pria yang pernah nyantri di Pesantren Buntet, Cirebon ini menyitir sebuah hadits.
Syahdan, suatu malam Rasulullah SAW melaksanakan shalat malam begitu khusyu diikuti di belakang beliau oleh sahabat bernama Khabbab ibn al-Aratt.
Sahabat Khabbab melihat shalat malam Rasulullah SAW saat itu berbeda dengan malam-malam lainnya. Barulah selepas shalat Subuh, Khabbab berani bertanya apa gerangan yang membuat shalat malam Rasulullah berbeda dari hari lainnya.
Rasulullah menjawab,”Betul wahai Khabbab, aku memohon kepada Allah SWT sekaligus merasakan keprihatinan,” urai Presiden Asyik dalam ceramah Subuhnya.
Lalu Rasulullah SAW menjelaskan tiga permohonan sekaligus keprihatinan yang dirasakannya. Pertama Rasulullah SAW memohon agar umat ini tidak dihancurkan sebagaimana bencana yang datang pada umat terdahulu. Permohonan ini dikabulkan oleh Allah SWT.
Kedua, memohon agar umat ini tidak dihancurkan oleh musuh-musuh yang datang dari luar. Permohonan inipun dikabulkan oleh Allah SWT.
Ketiga, memohon agar umat ini tidak dihancurkan oleh perseteruan dari tubuh umat sendiri. Hal ini yang serta merta tidak dikabulkan oleh Allah SWT. “Ini yang membuat prihatin baginda Rasulullah SAW,” ujar Asyik.
Asyik menyebut hal ini bukan bermakna bahwa umat akan terus menerus terpecah belah. Semua ini bergantung dan kembali kepada sikap umat.
“Ketika umat mengikuti tuntunan Alquran dan baginda Rasulullah SAW akan terjadi banyak titik-titik pertemuan dan memperkukuh persatuan,” urainya.
Asyik lantas mencontohkan bagaimana para Imam Mahzab saling menunjukkan semangat persatuan meski ada perbedaan diantara mereka. Mereka, papar Asyik, bahkan saling berguru antara satu dengan yang lain.
“Ketika ada perbedaan tidak saling menyalahkan dan bisa jadi yang benar adalah pada pandangan orang lain. Hal ini bisa terjadi karena pemahaman yang benar terhadap Islam. Dengan semangat mendalami Islam akan mengantarkan kita pada titik kesamaan dan bisa menyatukan umat ini,” sebut dia.
[ad_2]
Source link
Comments
0 comments
