PKS Kota Batu
No Result
View All Result
Tuesday, July 7, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Partai
    • AD & ART PKS
    • Platform PKS
    • DPTD PKS Kota Batu
    • PKS Muda
  • Streaming
    • Radio PKS
  • Galeri
  • DAFTAR
Subscribe
Website Resmi DPD PKS Kota Batu
  • Beranda
  • Partai
    • AD & ART PKS
    • Platform PKS
    • DPTD PKS Kota Batu
    • PKS Muda
  • Streaming
    • Radio PKS
  • Galeri
  • DAFTAR
No Result
View All Result
PKS Kota Batu
No Result
View All Result
Home PKS

Syair Kerinduan Imam Syafi’i kepada Tanah Gaza

by Admin
31/07/2020
in PKS
0
166
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

GAZA hari ini tidaklah sama dengan Gaza ratusan tahun lalu. Kota kecil di sudut Palestina itu telah menjadi saksi atas kelahiran para tokoh intelektual yang memiliki peran penting dalam dunia Islam. Salah satunya adalah Imam Syafi’i, ulama kenamaan ini adalah produk asli Gaza.

Imam Syafi’i lahir di kediamannya Syaikh Attia, yakni di Zaitoun, tahun 150 H atau 767 M. Nasab beliau telah bertemu dengan nasab Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, yakni dari jalur kakek Rasulullah shalalllahu alaih wa salam, Abdul Manaf, seorang bangsawan paling mulia dari kalangan Quraisy.

BACA JUGA: Imam Syafi’i Membagi Waktu Malamnya Menjadi 3

Dikatakan bahwa Idris, ayahnya Imam Syafi’i rahimahullah, menyaksikan kelahiran Imam Syafi´i di Gaza, serta lama menetap di Gaza. Dari sinilah Imam Syafi’i membawa memori masa kecilnya di Gaza ketika melanglang buana mencari Ilmu. Tak pelak, ketika Imam Syafi’I berada, maka buah dari pendidikannya di Gaza akan selalu memancar yakni pendidikan, ketinggian adab, dan juga hafalan al-Quran ketika berusia sembilan tahun.

Imam Syafi’i kemudian melanjutkan pelajarannya ke Madinah al Munawarah. Di sana beliau belajar dalam asuhan Imam Malik rahimahullah. Imam Syafi’i pun juga sempat ke Kuffah belajar di bawah bimbingan beberapa murid Imam Abu Hanifah rahimahullah ajma´in.

Ketika melakukan perjalanan ke Irak dan Persia, beliau bertemu para ulama kembali menimba ilmu dari mereka. Perjalanannya lalu berlanjut ke Hijaz, Yaman, Baghdad dan Mesir hingga ajal menjemputnya pada tahun 204 H.

Hasil karya atas perjalanan keilmuannya pun melimpah ruah dan monumental. Katakanlah Ar Risalah, Al-Umm, dan kitab al-Musnad yang memuat hadits-hadits Nabi shalallahu alaihi wa salam.

BACA JUGA: Sejak Anak-anak, Imam Syafi’i Tak Pernah Lelah Belajar Agama

Meski jejak berbagai peradaban dunia ditapaki semasa hidupnya, Imam Syafi’i sangat paham dari mana ia berasal. Tidak lain adalah tanah Gaza, tanah kelahirannya sehingga ia dapat tumbuh besar menjadi ulama. Ia pun mengaku rindu untuk kembali ke bumi Gaza, bumi yang kini menjadi saksi darah para Syuhada dalam menegakkan iman melawan agresi Zionis dan para sekutunya. []

Aku merindukan tanah Gaza

Dan aku telah meninggalkan Gaza setelah dari persembunyianku.

Allah menyirami bumi Gaza, walaupun Gaza telah disiram dengan Zafarat¨

Beratnya kelopak mataku terlarut kerinduan. (Imam Syafi’i)

 

[ad_2]

Source link

Comments

0 comments

Search

Post Terbaru

  • Menjalin Sinergi Demokrasi: KPU Batu dan DPD PKS Bahas Penguatan Peran Partai Pasca Pemilu 03/11/2025
  • SELAMAT HARI SANTRI 2025 22/10/2025
  • PENGURUS BARU..SEMANGAT BARU 18/09/2025
  • MUSDA VI PKS: Pelantikan Pimpinan PKS Kota Batu dalam MUSDA Ke-VI di Hotel Zam Zam 11/09/2025
  • MUSDA ke-VI PKS Kota Batu: Walikota Pesankan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga 08/09/2025

Kategori

  • Kegiatan
  • PKS
  • Serba Serbi
  • Siaran Pers

Navigasi Situs

  • Kontak
  • PKS
  • Kegiatan
  • Siaran Pers
  • Serba Serbi

Copyright © 2025 • Website Resmi PKS Batu dikelola oleh Humas PKS

No Result
View All Result
  • Kontak
  • PKS
  • Kegiatan
  • Siaran Pers
  • Serba Serbi

Copyright © 2025 • Website Resmi PKS Batu dikelola oleh Humas PKS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In