PKS Kota Batu
No Result
View All Result
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Partai
    • AD & ART PKS
    • Platform PKS
    • DPTD PKS Kota Batu
    • PKS Muda
  • Streaming
    • Radio PKS
  • Galeri
  • DAFTAR
Subscribe
Website Resmi DPD PKS Kota Batu
  • Beranda
  • Partai
    • AD & ART PKS
    • Platform PKS
    • DPTD PKS Kota Batu
    • PKS Muda
  • Streaming
    • Radio PKS
  • Galeri
  • DAFTAR
No Result
View All Result
PKS Kota Batu
No Result
View All Result
Home PKS

Sampah di Negeri Orang Beriman – Islampos

by Admin
26/12/2020
in PKS
0
Sampah di Negeri Orang Beriman – Islampos
166
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

[ad_1]

Oleh: Ineu Ratna Utami

SUATU hari seorang bunda mengajak kedua buah hatinya berjalan-jalan. Ia ingin mereka mulai dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya setelah sekian waktu sebelumnya mereka tumbuh besar di belahan bumi Allah SWT lainnya.

Banyak hal yang ditanyakan buah hatinya dengan penuh antusias saat menyusuri seruas trotoar. Namun tiba-tiba putra sulungnya berteriak “Eh, kok buang sampah sembarangan?” Rupanya ia menegur seorang remaja berseragam putih-abu yang baru saja melontarkan kertas pembungkus batangan coklat di jalanan.

Kontan saja semburat merah merona di pipi sang remaja berseragam putih-abu itu. Ia tak menyangka akan ditegur anak kecil berusia 4 tahun di depan kedua temannya. Tetapi tak berapa lama ia melenggang acuh dan tertawa-tawa bersama temannya.

BACA JUGA: 900 Anak di Pakistan Kena HIV Usai Dokter Pakai Jarum Suntik dari Tong Sampah

Sementara itu anak kecil tadi masih dengan perasaan jengkel, memungut sampah batangan coklat tersebut. Ia menengok ke sekitarnya berharap menemukan tempat sampah, namun yang dicari tak ditemukannya. Terpaksalah ia menyimpan di saku celananya sambil menghampiri sang bunda lalu melontarkan sebuah tanya…

“Bunda, kenapa kakak itu buang sampah sembarangan?”

Sang bunda berpikir sejenak lalu ia berkata, “Mungkin si kakak tadi belum tahu kalau bersih itu bagian dari iman”.

Sang bunda tak menyangka kalau putra sulungnya itu akan mengejar pernyataannya dengan pertanyaan lainnya. Jadilah ia harus menjelaskan lebih lanjut.

Setelah terlebih dahulu melontarkan beberapa pertanyaan dalam mengawali penjelasannya seperti siapa Allah, siapa mereka, bagaimana ia yakin Allah itu ada, mengapa shalat harus didahului dengan berwudhu, dll., yang dijawab dengan baik oleh sang buah hati. Barulah sang bunda dengan hati-hati menjelaskan…

“Allah menyukai kebersihan, maka sudah sepatutnya jika kita yakin adanya Allah tentu kita harus selalu menjaga kebersihan. Itu tandanya kita orang beriman,…” bunda hendak melanjutkan penjelasannya namun sang putra telah mendahuluinya dengan melontarkan sebuah tanya lagi…

“Berarti di sini banyak orang yang tidak beriman pada Allah ya Bunda? Tuh, lihat! Banyak sampah dibuang sembarangan dan jadi kotor deh di mana-mana. Tapi…, di tempat kita yang dulu berarti banyak orang beriman sama Allah ya?… kan di sana bersih tak ada sampah yang dibuang sembarangan?”

Sang bunda merasa tertohok dan malu dengan pertanyaan sekaligus analisa sederhana sang buah hati. Pikirannya sejenak teringat pada lingkungan bersih di tempat yang disebut buah hatinya tadi.

Sekalipun tak dinafikan di negeri tersebut ada pula orang yang buang sampah sembarangan dan sering ditemukan pecahan botol di jalanan (mungkin bekas orang mabuk), tetapi mayoritas penduduknya sangat disiplin dalam hal menjaga kebersihan termasuk buang sampah di tempat yang telah disediakan peruntukkannya. Membuang botol-botol bekas pada tempatnya tersendiri, demikian pula untuk kertas, plastik atau barang yang masih bisa di daur-ulang serta sampah organik, masing-masing pada tempatnya.

Hampir di setiap tempat termasuk di trotoar jalan maupun taman akan ditemukan tempat membuang sampah. Ada pula di beberapa swalayan menyediakan fasilitas untuk membuang botol plastik bekas air mineral. Uniknya setelah semua botol dibuang ke mesin tersebut, maka akan keluar sebuah kupon dengan sejumlah angka tertera di dalamnya yang menunjukkan nilai uang yang bisa diambil di kasir saat kupon tersebut ditukar. Biasanya 1 botol mineral senilai 20 sen.

Sementara itu, di negeri tercinta pun tak dinafikan sudah ada masyarakat yang menghidupkan budaya bersih ini, namun sepertinya mayoritas masyarakat masih didominasi orang-orang yang tak peduli dan tak mengindahkan arti pentingnya bersih untuk lingkungannya. Banyak selokan yang berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah begitu pula dengan sungai. Sehingga ketika hujan deras mengguyur, tak ayal banjir selalu hadir dan masyarakat seperti menjadi terbiasa karenanya.

Masyarakat negeri gemah ripah ini mayoritas berpenduduk muslim yang berarti sebagian besar masyarakatnya meyakini Allah sebagai Tuhannya. Lantas bagaimana ia tunjukkan rasa berimannya itu, jika “bersih itu bagian daripada iman” tak diindahkan?

Padahal, jika saja penduduk negeri yang mayoritas menjadikan Allah sebagai Tuhannya ini konsekuen dengan keberimanannya, banyak hal yang bisa diperbuat berkaitan dengan sampah ini. Misalnya, mencontoh apa yang dilakukan negeri-negeri bersih itu dengan membuat sampah sesuai peruntukkannya, mendisiplinkan diri membuang sampah pada tempatnya, mengelola yang masih bisa didaur-ulang dan masih banyak lagi yang bisa diperbuat.

Pernah sang bunda melihat di sebuah kanal televisi tanah air, ada sebuah program tentang orang-orang yang kreatif memanfaatkan limbah atau barang-barang yang sudah tak berguna. Sekali waktu ditayangkan bagaimana seorang ibu rumahtangga yang prihatin karena di sekitarnya banyak sampah kaleng bekas susu. Terbitlah ide untuk mengelolanya menjadi barang bermanfaat.

Ibu tersebut mulai mengumpulkan kaleng-kaleng di sekitar komplek rumahnya lalu membersihkan dan menyulapnya dengan aneka lukisan yang cantik sehingga ia menjadi wadah dengan banyak kegunaan seperti untuk tempat menyimpan pensil, tempat menyimpan mainan anak-anak bahkan bisa menjadi keranjang sampah yang lucu dan unik.

BACA JUGA: Sampah Plastik berbahaya, tapi Bisa bermanfaat jika…

Di lain kesempatan masih dalam program di kanal tersebut, ada seorang bapak yang memanfaatkan kepingan CD bekas dan dengan kreativitasnya menyulap benda tersebut menjadi berbagai macam souvenir dan wadah bermanfaat. Ada pula seorang ibu yang memanfaatkan kertas-kertas bekas termasuk koran dan menyulapnya menjadi kertas kado yang sangat indah.

Ada juga yang memanfaatkan eceng gondok dan menyulapnya menjadi berbagai macam tas, serta masih banyak lagi orang yang dengan kreativitas dan kepeduliannya terhadap lingkungan, mereka tak hanya dapat mengurangi limbah sampah tapi juga bisa mendulang rezeki bahkan membuka lapangan pekerjaan baru.

Sang bunda tak hendak menyesali jawabannya ketika sang buah hati mempertanyakan sikap remaja berseragam putih-abu itu. Betapapun ia merasa malu saat putranya membandingkan kebersihan di negeri orang yang mayoritas penduduknya tak beriman kepada Allah dengan negeri yang sebaliknya. Ia merasa mendapatkan sebuah hikmah dari dialog dengan buah hatinya tersebut. []

[ad_2]

Source link

Comments

0 comments

Search

Post Terbaru

  • Menjalin Sinergi Demokrasi: KPU Batu dan DPD PKS Bahas Penguatan Peran Partai Pasca Pemilu 03/11/2025
  • SELAMAT HARI SANTRI 2025 22/10/2025
  • PENGURUS BARU..SEMANGAT BARU 18/09/2025
  • MUSDA VI PKS: Pelantikan Pimpinan PKS Kota Batu dalam MUSDA Ke-VI di Hotel Zam Zam 11/09/2025
  • MUSDA ke-VI PKS Kota Batu: Walikota Pesankan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga 08/09/2025

Kategori

  • Kegiatan
  • PKS
  • Serba Serbi
  • Siaran Pers

Navigasi Situs

  • Kontak
  • PKS
  • Kegiatan
  • Siaran Pers
  • Serba Serbi

Copyright © 2025 • Website Resmi PKS Batu dikelola oleh Humas PKS

No Result
View All Result
  • Kontak
  • PKS
  • Kegiatan
  • Siaran Pers
  • Serba Serbi

Copyright © 2025 • Website Resmi PKS Batu dikelola oleh Humas PKS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 0share
  • Facebook
  • Twitter
  • WhatsApp
  • Copy Link
Share via
  • Facebook
  • Twitter
  • WhatsApp
  • Copy Link