Fraksi PKS DPRD Kota Batu berharap agar Dinas Pertanian Kota Batu melakukan pendataan dan sosialisasi penggunaan Kartu Tani (KT) secara tepat sasaran. Sehingga petani dapat mengakses pembelian pupuk bersubsidi dengan mudah.
Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKS Kota Batu, Ludi Tarnanto pada hari Rabu (16/9/2020) karena program Pemerintah Pusat terkait KT itu untuk membantu para petani. Dijelaskan oleh beliau bahwa petani mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat melalui penerbitan KT yang harus digunakan untuk membeli pupuk.
Per tanggal 01 Agustus kemarin Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian sudah menerapkan kebijakan dari pusat ini. Di Kota Batu sendiri ada 7.000 petani yang memperoleh KT dan sudah 6.100 petani yang sudah mengambilnya.
“Operasional dan teknis di lapangan masih amburadul, khususnya di Batu. Itu karena percobaannya kemarin di Jawa Timur kan di Kota Batu saja. Dan percobaan nasional itu, di seluruh Pulau Jawa sudah menggunakan KT,” papar Mas Ludi, panggilan akrab politisi PKS dari Dapil Junrejo ini.
Terkait hal itu, masalah yang terjadi di lapangan adalah para petani diketahui banyak yang tidak bisa membeli produk pupuk bersubsidi. Khususnya bagi yang belum punya KT.
“Makanya, para petani yang tidak punya KT tidak bisa membeli produk pupuk bersubsidi itu. Dari sebab itu, saya berharap pendataan dari Dinas Pertanian Kota Batu harus kuat agar bisa mewadahi seluruh petani yang ada di Kota Batu,” mintanya.
Selain itu, menurut beliau, sebagian besar petani belum terbiasa ke bank. Apalagi, di KT juga ada saldo dan PIN serta program yang lain seperti kartu ATM.
“Dengan adanya program tersebut, kami khawatir para petani bakal jadi korban karena tak bisa membeli pupuk bersubsidi bagi yang tidak memiliki KT. Dan itu, karena toko tidak mau gambling dan melayani,” tandasnya.
Maka dari itu, beliau sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kota Batu. Intinya agar koordinasi Dispertan dengan para petani lebih ditingkatkan.
“Karena Dispertan sebagai pemegang regulasi. Kemudian bank yang mengeluarkan KT sama distributor pupuk bersubsidi harus kuat. Sedangkan terkait petani di Kota Batu yang sudah terkaver belum semuanya. Sekitar 80 persen yang sudah mendapat KT. Petani lainnya belum dapat dan tidak bisa membeli produk pupuk,” terangnya.
Kalau mereka memaksakan membeli pupuk yang non subsidi, menurutnya harganya sangat mahal. Apalagi sekarang, menurutnya panen petani berupa sayuran kentang dan lainnya sudah tidak laku jual.
“Kalau pupuknya memaksa menggunakan yang non subsidi, khan tambah parah. Jadi saya berharap, kepada dinas terkait agar segera melakukan koordinasi dengan para petani. Intinya jangan sampai petani jadi korban kebijakan karena petaninya belum siap. Kasihan mereka,” pungkasnya.
Sumber:
Dispertan Diharap Lakukan Sosialisasi Terkait KT Untuk Pupuk Bersubsidi
Comments
0 comments

